PORTAL JUARANEWS.COM

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 20 September 2013

DEFINISIKAN DULU KESUKSESAN BAGI ANDA

                                           Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

 “Juara itu tidak mudah. Kenapa? Karena persaingan. Tingkat persaingan saat ini sudah sangat tinggi, sehingga seringkali kalah bersaing” itulah sepenggal percakapan dua orang siswa saya dikelas. Tidak sengaja, saya mendengarkan percakapan mereka sembari berfikir, kenapa orang sudah untuk menjadi juara? Apakah benar karena tingkat persaingan sebagai faktor utamanya?

           Rasanya, hal ini juga sering dihadapi dan disimpulkan oleh banyak orang dalam kehidupan ini. Menganggap menjadi juara tersebut susah untuk dicapai yang disebabkan oleh tingkat persaingan yang sangat tinggi. Akhirnya, menyerah deh.. menjadi the looser bagi saya. Itu yang banyak terjadi pada orang disekitar. Jadinya, juara tersebut hanya sampai pada mimpi.

            Kalau diperhatikan, banyak faktor yang menyebabkan orang gagal atau tidak bisa menjadi juara. Faktor-faktor tersebut  menyumbang kepada tidak tercapainya tujuan. Beberapa diantaranya adalah persaingan, perubahan lingkungan, tidak fair dan laini-lain yang dianggap dan bahkan dijadikan sebagai alasan untuk tidak meneruskan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

            Akan tetapi, saya mencoba melihat dari aspek yang lain. Kegagalan seseorang untuk menjadi juara disebabkan oleh kegagalan mereka untuk memaknai arti juara atau kesuksesan tersebut bagi diri mereka masing-masing. Dalam konsep lain, kegagalan dalam mendefinisikan kesuksesan tersebut. Hal ini menjadi perhatian karena ini adalah fondasi untuk mencapai sukses tersebut.

            Oleh karena itu, hal yang harus dilakukan oleh setiap orang untuk menjadi juara adalah mendefinisikan apa itu juara yang mereka maksud. Sebagai contoh, saya ingin sukses mendirikan sekolah entrepeneur di Bandung. saya ingin juara di bidang sekolah.

            Konsep kesuksesan yang menjadi juara di pendirian sekolah ini adalah saya ingin memiliki sekolah yang berbeda dari sekolah lain. Perbedaan ini bisa dari kurikulum yang ditawarkan kepada siswa yang belajar di sekolah saya. Inilah konsep differensiasi yang harus dibuat dan ditetapkan dalam bisnis sekolah. Kurikulum menjadi pembeda dari pesaing juga memiliki sekolah.

           Secara umum, differensiasi ini dapat berupa content differentiation, seperti yang dijelaskan diatas, berupa kurikulum. Kemudian, ada context differentiation, berupa bagaimana menyampaikan kepada siswa atau konsumen. Apakah bentuknya on line, pelajaran jarak jauh, konsultasi bisnis yang bebas. Yang terakhir adalah people differentiation, dimana perbedaan pada layanan yang diberikan kepada konsumen.

            Hal inilah yang harus dijelaskan terlebih dahulu untuk menjadi juara. Tidak boleh asal dalam menetapkan perbedaan atau keunggulan. Karena, kegagalan seseorang untuk membuat rencana, berarti, mereka merencanakan kegagalan dalam apa yang hendak dicapai. Ketika seseorang sudah bisa mendefinisikan indikator keberhasilan, maka dia sudah merencanakan keberhasilan tersebut.

             Selanjutnya adalah menetapkan tujuan dari kesuksean tersebut. sebagai contoh, saya akan sukses dalam membangun sekolah bila sekolah nya sudah bisa memiliki kemampuan untuk menerima 10000 siswa entrepeneur, kemudian, memiliki gedung sekolah yang luas, memiliki asrama dan juga tempat praktek berupa pusat bisnis yang bisa digunakan oleh para siswa dan gurunya.

              Kemudian, menetapkan jangka waktu untuk mencapai kesuksesan atau juara tersebut. dimensi waktu sangat penting agar kesukesan bisa diukur pencapaiannya. Bisa jadi seseorang sukses dalam waktu 10 – 15 tahun, akan tetapi, bisa dibayangkan, berapa resources yang sudah dikeluarkan. Bisa jadi, keberhasilan tersebut sudah jauh tertinggal dari orang lain. Jadinya, nggak juara deh…..

                Dimensi waktu termasuk bagian dari arti kesuksesan bagi setiap orang yang akan juara. Oleh karena itu, tidak boleh asal dalam menetapkan dimensi waktu tersebut. semakin cepat dan semakin lebih bisa mendahului orang lain mencapainya, itu akan membuat orang bisa menjadi juara.

            Inilah yang perlu menjadi perhatian setiap orang yang akan menjadi juara. Definisi ini akan memberikan batasan kepada setiap orang untuk mencapainya. Jangan sia-siakan sumber daya yang dimiliki dalam upaya pencapaian konsep juara tersebut.

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 19 September 2013

FOKUS UNTUK MENJADI JUARA

                                                                 Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

             Menjadi juara adalah impian setiap orang yang ingin berkarya yang terbaik dari setiap bidang yang dijalankannya. Juara itu adalah dampak dari yang dijalankan. Termasuk juga dengan anak muda yang berkeinginan untuk menjadi entrepeneur. Juara… itulah konsep yang ingin dicapai, akan tetapi, juara dalam bentuk bisnis yang berhasil dari profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang.

            Untuk menjadi juara, dibutuhkan proses yang tidak sebentar. Jelas sekali membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, harus dinikmati karena itulah proses yang harus dilalui. Setiap orang yang juara, pasti mengenal konsep 10.000 jam terbang, dimana mereka benar-benar harus ditempa oleh proses terlebih dahulu.

            Inilah yang harus disadari oleh setiap entrepeneur atau siapapun untuk menjadi juara dibidang yang mereka pilih. Setelah disadari, dipahami, dihayati dan dijalankan serta dilakukan perbaikan terus menerus. Inilah yang terjadi dalam kerangka 10.000 jam terbang tadi.

            Untuk menjalankannya, ada satu konsep yang ingin di share kepada teman-teman semua. Konsep yang gampang untuk diucapkan, akan tetapi membutukan komitmen, konsistensi dan disiplin yang sangat tinggi untuk menjalankannya.

            Konsep itu adalah fokus. Inilah yang sering diucapkan oleh banyak orang. Untuk mencapai sesuatu, harus fokus terhadap apa yang sudah direncanakan. Seringkali orang menyatakan fokus… fokus, dan fokus, akan tetapi, kurang mengetahui bagaimana sebaiknya untuk mencapai fokus tersebut.

            Fokus secara sederhana adalah bagaimana memusatkan perhatian, fikiran, tenaga, waktu dan semua sumber daya yang kita miliki untuk melakukan sesuatu yang sudah kita tetapkan sebagai rencana untuk dijalankan. Memusatkan perhatian itulah yang sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang juara atau to be champion.

            Untuk menjadi fokus, perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama adalah kejelasan dari apa tujuan yang hendak dicapai. Tujuan itu menggambarkan apa yang hendak dicapai dimasa depan. Tujuan tersebut harus memenuhi kaidah SMART yang sering dibahas orang. Specific, measurable, attainnable, reasonable dan time table. Tentunya sudah mengetahui konsep tersebut.

            Kedua, memberikan ilustrasi atas tujuan yang hendak dicapai. Deskripsi ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang hendak dicapai. Seringkali orang terjebak dalam menetapkan tujuan. Deskripsinya tidak lengkap sehingga analisis yang dibuatkan tidak lengkap. Akhirnya, berdampak pada penggunaan resourses yang tidak optimal dan tidak lengkap juga.

            Ketiga, menilai kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. sumber daya ini bisa berupa waktu, pikiran, tenaga, uang dan lain-lain. Dari sinilah setiap orang bisa memusatkan perhatian. Setiap sumber daya memilliki kontribusi yang penting dalam mencapai tujuan. Sumber daya itu juga berkontribusi dalam persentase yang berbeda. Banyak difikiran, sedikit di uang dan waktu. Itu contohnya.

            Keempat, membuat program untuk mencapai tujuan tersebut. program ini merupakan realisasi dari sumber daya yang kita miliki. Tentu segalanya harus dihitung kekuatan dan kelemahan agar program yang dibuat tersebut dapat efektif dan tidak terkesan dipaksakan. Adanya unsur paksaan tersebut akan berdampak kepada tidak optimalnya pencapaian tujuan.

            Kelima, menjalankan setiap program yang sudah direncanakan. Eksekusi akan menentukan tercapai atau tidaknya tujuan tersebut. seringkali orang bagus direncana, akan tetapi gagal di eksekusi. Dampaknya jelas, rencana akan gagal total. Kata orang, rencana tinggal rencana.

            Keenam, melakukan monitoring dana evaluasi atas hasil yang sudah dicapai. Artinya, membandingkan apa yang direncanakan dengan apa yang sudah dicapai. Hal ini penting agar terlihat gap yang terjadi.

            Ketujuh, melakukan perbaikan atas hasil evaluasi tadi. Aktivitas inilah yang menjadi kunci untuk fokus mencapai tujuan menjadi juara. Continous improvement atau perbaikan terus menerus akan mengarahkan setiap orang untuk mencapai apa yang sudah ditetapkan.

            Oleh karena itu, marilah fokus dengan apa yang sudah direncanakan yaitu menjadi juara.

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 18 September 2013

BANDUNG JUARA

                                                                 Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

 Kalimat inilah yang seringkali diucapkan Ridwan Kamil atau Kang Emil saat menjelang dan setelah pelantikan sebagai walikota Bandung periode 2013 – 2018. Bagaimana menjadikan Bandung Juara.

          Rasanya, dua kata ini sangat relevan dengan portal juaranews. Saya tidak tahu apakah ini berhubungan atau tidak dalam hal pembuatannya. Akan tetapi, jelas sekali kalau kata-katanya memiliki kesamaan dan hubungan yang erat.

            Saya yakin, portal juaranews akan memberikan warna sendiri dan berkontribusi pada pencapaian Bandung Juara tersebut. jelas, tidak bisa Kang Emil mencapai hal tersebut sendiri. membutuhkan kontribusi dari seluruh stakeholder di Kota Bandung.

            Lalu, apa relevansinya kepada entrepeneur? Rasanya, ini adalah kesempatan yang sangat berharga. Jangan disia-siakan. Peluang atau opportunity ini tidak akan datang dua kali. Harus langsung ditangkap. Apa saja itu?

            Pertama, peluang dari Kang Emil. Adanya konsep Bandung Juara adalah komitmen dari Pemerintah sebagai regulator dalam suatu pemerintahan. Sebagai contoh, untuk entrepeneurship. Bandung bisa menjadi juaranya dengan menciptakan entrepeneur yang sukses dari kualitas maupun kuantitasnya.

            Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan dalam bentuk regulasi yang relevan dengan penciptaan dan pengembangan entrepreneur di Kota Kembang ini. Sisi regulasi yang memudahkan pengurusan ijin, pengurusan berbagai dokumen usaha sangat membantu entrepeneur. Inilah yang banyak dikeluhkan oleh para entrepeneur.

            Dengan komitmen Kang Emil, tentu beliau akan memberikan perhatian khusus untuk menjadikan Bandung juara di aspek atau dibidang entrepeneurship.

            Selain itu, dari aspek leadership Kang Emil, rasanya akan sangat memberikan peluang untuk pengembangan entrepeneur tersebut. kemampuan beliau mempengaruhi orang lain serta leading by example adalah modal dasar untuk membangun Bandung Juara dalam entrepeneurship.

            Satu lagi, beliau juga sebagai seorang akademisi. Tentu menjadi modal untuk mendukung entrepeneur terus maju dan sukses dalam bisnis. Konsep dan ide beliau pasti didukung oleh teori-teori yang relevan. Dahsyat sekali dalam diri seorang kang Emil.

            Bagi saya, komponen ABG yaitu Academician, Business dan Government  ada dalam diri Kang Emil. Beliau adalah dosen di ITB yang pastinya sudah kaya dengan konsep dan teori untuk  mengembangkan entrepreneur.

            Lalu, beliau juga pasti sudah menjadi pebisnis. Lihat saja karya-karya beliau yang sudah dinikmati oleh banyak orang. Sekarang, beliau sudah menjadi government atau pemerintah. Jelas sekali beliau pegang kendali untuk regulasi pengembangan  entrepeneur.

            Sekarang, buat para entrepeneur, saatnya untuk mengembangkan diri dan bisnis sehingga peluang yang ada di Kang Emil tersebut bisa bermanfaat.

            Kedua, keberadaan Portal Juaranews.com ini sangat membantu pencapaian juara tersebut. Portal ini menjadi strategic partner dalam mengembangkan usaha. Banyak keluhan dari entrepeneur ketika mereka tidak bisa berhubungan dengan media. Ini adalah kesempatan yang diberikan oleh manajemen portal ini.

            Kolaborasi kang Emil dan portal ini akan mampu membuat bisnis para entrepeneur berkembang pesat dan benar-benar menjadi juara. Kedua hal ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal.

            Oleh karena itu, saatnya bagi entrepreneur di Bandung untuk berkontribusi mencapai Bandung Juara dibidang bisnis. Mari kembangkan bisnis menjadi bisnis yang memberikan profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang.

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 17 September 2013

DREAM, BELIEF AND MAKE IT REAL

                                                            Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

Sebagai seorang yang ingin menjadi juara, saya tergelitik untuk menuliskan tulisan tentang dream, belief and make it real. Hal ini secara tidak sengaja saya lihat di papan iklan di salah satu sudut kota Bandung tadi pagi. Rasanya, konsep ini sangat relevan dengan para juara, khususnya yang membaca portal ini.

            Sebagai seseorang yang ingin mendapatkan sesuatu yang paling baik, atau menjadi yang terbaik, memiliki dream itu adalah sesuatu yang harus dimiliki terlebih dahulu. Dream atau mimpi akan menjadi bahan bakar untuk menjadi seorang juara, terlepas juaranya dibidang apa. Sama saja.

            Mimpi akan sesuatu di masa mendatang akan menjadi arahan dan guidance buat setiap orang. Akan tetapi, kenapa hal ini seringkali kurang diperhatikan oleh banyak orang? Mereka malah terkesan, berat sekali untuk bermimpi. Padahal, bermimpi tersebut gratis kan? Inilah yang kuran disadari oleh banyak orang.

            Mimpi akan menjadi bahan bakar dalam bekerja. mimpi akan mengarahkan setiap orang dalam bertindak dan berupaya untuk mencapainya. Mimpi untuk juara dalam lomba bisnis, mimpi untuk juara dalam lomba bahasa inggris, olah raga, ilmu pengetahuan dan lain-lain. Itu contohnya.

            Akan tetapi, memang mimpi tersebut tidak boleh asal-asalan. Bermimpilah menjadi sesuatu yang benar-benar kita senangi, atau yang kata orang sekarang ada passion dalam mimpi tersebut. selain itu, ada juga pengetahuan kita tentang apa yang kita mimpikan. Itu penting sekali. Agar mimpi memang relevan dengan apa yang kita miliki.

            Saya bermimpi untuk memiliki sekolah entrepeneurship dalam 10 tahun kedepan. Sekolah ini sudah bisa menghasilkan 10.000 pengusaha sukses dan terus berbagi dengan anak muda yang ingin sukses dalam bisnis. Itu mimpi saya karena saya senang dalam bidang pendidikan dan itu relevan dengan pengetahuan saya sebaga entrepeneur dan juga sebagai dosen.

            Yang kedua adalah belief. Harus percaya dengan apa yang kita mimpikan tersebut. seringkali orang tidak percaya dengan apa yang dimimpikan karena merasa tidak yakin akan capaian dari mimpi tersebut. padahal, kepercayan itu sangat penting untuk membuat setiap orang memulai untuk mencapainya.

            Banyak yang tidak percaya sehingga mereka seakan-akan ogah-ogahan dalam bekerja. ini yang membuat mimpi tidak akan terealisasi dengan baik. bagi saya, punya sekolah entrepeneur 10 tahun yang akan datang, akan bisa dicapai. Itulah kepercayaan saya kepada mimpi yang sudah saya buat. Jadi, untuk menjadi juara, kita harus percaya, dan bahkan yakin bisa mencapainya.

            Terakhir adalah make it real. Inilah yang menjadi titik crucial dalam pencapaian mimpi tadi. Mimpi tidak akan menjadi kenyataan tanpa adanya kerja keras dan kerja cerdas. Oleh karena itu, harus dijalankan beberapa tindakan dan program. Disinilah saya selalu menyebutnya kegiatan ini membutuhkan manajemen.

            Khusus bagi para entrepeneur, make it real ini relevan dengan bagaimana harus paham dengan bisnis dan konsep manajemen. Dalam bisnis, itu jelas apa itu definisi bisnis yang relevan dengan kegiatan keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Tujuan akhirnya adalah profit.

            Adapun manajemen, dalam aplikasinya, harus memiliki perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), menjalankan (actuating) dan pengendalian atau controlling.. jadi, sederhana mungkin untuk make it real, akan tetapi sangat dibutuhkan manajemen untuk merealisasikannya.

            Bagi saya, untuk memiliki sekolah tadi, dari sekarang, saya sudah membuat perencanaan selama 10 tahun kedepan, membuat program, memiliki tim, menjalankan dan terus melakukan evaluasi untuk mencapainya. Inilah yang sangat penting yang harus saya lakukan.

            Sekarang, jelas bahwa statement dari papan iklan tadi adalah benar bahwa dream, belief and make it real akan mampu membuat kita menjadi juara…..

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 16 September 2013

 MEMANFAATKAN NETWORKING

                                                Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

 Sebagai bagian dari komunitas yang besar untuk mencapai tujuan entrepeneur sukses dan selaras dengan konsep portal juaranews, tentu harus mengoptimasi potensi yang ada di dalam dan diluar diri. Potensi yang menjadi kekuatan dan seringkali juga peluang, harusnya dapat berkontribusi positif pada pencapaian tujuan perusahaan.

            Salah satu potensi yang seringkali menjadi perhatian adalah networking atau jaringan dengan sesama pengusaha (entrepeneur). Hal ini menjadi potensi besar yang harus dikelola dengan baik. banyak hal yang bisa dikolaborasikan dengan sesama entrepeneur lainnya.

            Akan tetapi, seringkali entrepeneur kurang memanfaatkan apa yang ada dari aspek networking tersebut. bahkan, entrepreneur ada yang terjebak dalam situasi yang lebih banyak kepada kongkow-kongkow dengan teman-teman. Inilah yang harus menjadi perhatian.

            Kongkow-kongkow sih boleh saja, akan tetapi, bagaimana dengan manfaat yang seharusnya didapat dari networking tersebut? kongkow sih boleh-boleh saja, akan tetapi, jangan sampai larut dalam kegiatan karena ada dimensi lain yang perlu menjadi perhatian yaitu waktu yang bagi setiap entrepeneur memiliki keterbatasan. Jelas sekali, waktu tersebut sangat terbatas.

            Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa hal sehubungan dengan networking ini. Tentu, tujuan utamanya adalah bagaimana networking bisa memberikan value yang optimal bagi pencapaian tujaun bisnis entrepreneur yaitu profit, people, planet, sustainability dan juga bisnis yang tumbuh dan berkembang.

            Pertama adalah bagaimana memilih komunitas yang relevan dengan bisnis yang dijalankan oleh para entrepeneur. Relevansinya ini sangat penting agar bisa memberikan value bagi pencapaian tujuan bisnis tersebut. sebagai contoh, bisnis yang saya jalankan adalah dibidang kursus atau pendidikan, maka komunitas yang diikuti adalah yang relevan dengan bidang ini.

            Inilah yang menjadi penting buat entrepeneur. Bergabung dengan HIPKI adalah komunitas yang paling bermanfaat untuk bisnis yang saya jalankan. Banyak informasi, saling berbagi dengan sesama entrepeneur lainnya untuk meningkatkan produktivitas bisnis kita.

            Kedua, memahami rules of the game dari komunitas tersebut. ini penting untuk membuat kesamaan persepsi atas harapan, hak dan kewajiban kita kepada komunitas. Jangan hanya menuntut hak, akan tetapi kurang peduli dengan kewajiban. Hati-hati karena tidak adanya keseimbangan akan menyebabkan teman-teman dikomunitas menjadi kurang simpati dengan kita.

            Seringkali banyak orang yang kurang memahami rule of the game dalam suatu komunitas, malah membuat mereka tidak bisa menjalankan apa yang seharusnya tugas dan kewajiban dalam komunitas tersebut. Dampaknya, terjadi “gesekan” dengan pengurus ataupun anggota komunitas lainnya. Ini tidak baik untuk entrepeneur dalam menjalankan bisnis.

            Ketiga, aktif dengan kegiatan komunitas. Aktivasi peranan kita dalam organisasi menjadi penting agar peranan kita jelas di organisasi. Bahkan hal ini akan membuat bagaimana teman-teman merasakan manfaat atas keberadaan kita dalam organisasi tersebut.

            Ingat, give and take, itu konsep yang harus dimiliki dan dijalankan dalam suatu komunitas. Beri dulu, baru ambil. Jangan dibalik, ambil dulu, baru beri. Kenapa demikian? Apa yang kita beri itu, akan menentukan apa yang kita dapatkan.

Konsep inilah yang perlu diperhatikan oleh para entrepeneur dalam membangun dan memanfaatkan networking untuk menjadi entrepeneur sukses. Bersama komunitas, entrepeneur akan tumbuh dan berkembang. Sukses ya buat kita semua….

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 15 September 2013

KNOWLEDGE BASED ENTREPRENEUR

Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

            Menjadi entrepeneur yang sukses dalam bisnis adalah cita-cita setiap anak muda yang sudah memulai bisnis diusia muda. Entrepeneur yang sukses tersebut sangatlah penting sebagai indikator yang dapat diukur sehingga pada waktunya nanti, dapat dilihat sebagai capaian keberhasilan, bisa atau tidak.

            Bagi saya, entrepreneur sukses tersebut memiliki lima indikator yaitu bisnis yang dijalankan itu harus menghasilkan profit atau laba, memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar perusahaan, memberikan komitmen pada kelestarian lingkungan (planet), adanya sustainability dari bisnis tersebut serta tumbuh dan berkembangnya bisnis mereka, dari mikro, kecil, menengah dan besar.

            Itulah indikator yang saya tetapkan sebagai entrepeneur sukses dalam bisnis. Indikator tersebut menjadi acuan capaian keberhasilan mereka dalam bisnis sebagai bentuk entrepeneurship tersebut. penting untuk dipahami.

            Oleh karena itu, untuk mencapai indikator kesuksesan tersebut, setiap entrepreneur harus melakukan sesuatu yang paling penting yaitu knowledge based entrepeneur. Menjadi seorang entrepeneur itu harus dengan pengetahuan yang akan menjadi topangan dalam menjalankan bisnis.

            Pengetahuan tentang apa? Inilah pertanyaan yang harus dijawab dalam konteks pengetahuan tadi. Berdasarkan penelitian yang saya lakukan selama menjadi dossen dan juga memberikan pembinaan di GIMB Foundation terhadap anak muda yang berbisnis, terdapat beberapa pengetahuan dasar yang harus dimiliki dan dijalankan.

            Pertama, pengetahuan tentang entrepreneurship yaitu bagaimana sejarah entrepeneurship, konsep, karakteristik dan juga kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap entrepeneur. Ini penting sekali untuk dipahami dengan baik agar setiap entrepeneur memahami hakekat seorang entrepeneur. Filosofis inilah yang sangat penting dan dipahami secara mendalam.

            Seringkali saya mendapatkan seorang entrepeneur yang kecewa dengan bisnis yang mereka jalankan. Kekecewaan dikarenakan tidak mampu mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Kecewa dengan kegagalan selama berproses. Inilah yang menjadi kata kunci.

            Kedua, pengetahuan tentang bisnis. Seringkali orang terjebak dengan konsep entrepeneurship, akan tetapi, mereka memiliki keterbatasan dalam pemahaman bisnis. Dalam konteks entrepeneurship ini, konsep bisnis harus diketahui, dipahami, dihayati dan juga dilaksanakan.

            Bisnis bukanlah kegiatan sosial. Bisnis memiliki tujuan mendasar yang lima tadi, profit, people, planet, sustainability dan juga tumbuh dan berkembang. Dalam bisnis tersebut ada empat kegiatan utama yaitu keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Sekarang, sejauh mana pemahaman setiap entrepeneur terhadap fungsi tersebut?

            Inilah yang harus dijawab oleh entrepeneur. Hal inilah yang relevan dengan pengetahuan ketiga, yaitu manajemen. Manajemen pada hakekatnya berhubungan dengan bagiamana seseorang bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Adapun fungsi manajemen, yang tempat tadi, keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia.

Sekarang, bisa menjadi perhatian setiap entrepeneur bahwa pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan untuk menjadi entrepeneur sukses. Mari belajar, belajar dan belajar ketika sudah menjadi entrepeneur agar menjadi entrepeneur sukses.

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 14 September 2013

BEEING A CHAMPION

                                              Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

            Seharian kemaren, saya merasakan bahwa sebagai seorang entrepreneur muda, sangat dituntut untuk memiliki spirit yang luar biasa untuk menjadi seorang champion. Layaknya nama portal ini, juaranews.com, perlu mengambil filosofi sebagai seorang champion dalam konteks entrepreneur dalam menjalankan bisnis yang sudah dipilih.

Hal mendasar yang sering saya temukan dalam konteks sebagai seorang entrepreneur adalah spirit menjadi seorang champion itu sebagai terjemahan dalam konteks competitive advantage atau yang sering disebut orang sebagai keunggulan bersaing. Sebagai seorang mahasiswa yang mendalami strategic management, jelas sekali bahwa yang membuat bisnis itu bisa bertahan dan tetapi menghasilkan profit sesuai harapan ditengah tingginya kompetisi saat ini adalah competitive advatage atau keunggulan bersaing.

Artinya adalah setiap entrepreneur harus memikirkan bagaiimana bisnis mereka bisa tetap lebih unggul daripada pesaing lainnya. Inilah konsep beeing champion yang saya maksudkan dalam tulisan ini. Menjadi champion dalam bisnis akan membantu perusahaan mendapatkan value ditengah perubahan lingkungan yang begitu cepat dan juga tingkat persaingan yang semakin tinggi.

 Saya mencoba model yang digunakan oleh Michael Porter dalam bukunya yang berjudul competitive advatage, didapatkan bahwa untuk mencapai keungggulan bersaing, harus dianalisis dulu lingkungan industrinya yang dalam model beliau dinyatakan dalam konsep five forces yang sangat mempengaruhi suatu bisnis yaitu existing, threat of new entrance, barganing power of supplier, bargaining power of customer dan juga threat of substitutes.

Kelima faktor inilah yang membentuk strategi suatu perusahaan untuk teteap menjadi champion dalam bisnis. Jelas sekali hal ini harus menjadi analisis awal bagi setiap perusahaan atau entrepreneur dalam memilih strategi yang akan diterapkan dalam perusahaan tersebut.

Bagaimana dengan pilihan strateginya? Terdapat empat pilihan strategi yang bersifat generic bagi para entrepreneur agar tetap unggul dalam binisnya. Yang dalam model yang disampaikan oleh Michael Porter, setiap entrepreneur harus memilih strategi mana yang akan digunakan dalam bersaing tersebut agar menjadi champion dengan mendapatkan keunggulan bersaing yaitu

 Berdasarkan model yang disampaikan oleh Michael Porter, setiap entrepreneur dapat memilih strategi cost leadership bila pasar yang ditarget itu luas (broad market). Artinya untuk semua pasar entrepreneur tersebut memilih cost leadership. Artinya produknya unggul karena harga yang lebih murah daripada pesaing.

Strategi lainnya adalah differentiation dengan membuat berbeda untuk produknya dibanding pesaing, tetapi untuk semua pasar. Dua strategi lainnya adalah cost focus dan differentiation focus.

Saya tidak mau berlama-lama dalam konsep in, yang ingin saya share adalah bagiamana setiap entrepreneur kudu paham bahwa mereka harus menjadi seorang champion dalam bisnis. Tidak boleh menjadi entrepreneur yang biasa-biasa saja sehingga tidak memberikan value yang optimal bagi para entrepreneur itu sendir. Saatnya meningkatkan kompetensi bisnis kita.

 Referensi: Michael Porter, Competitive Advantage

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 13 September 2013

BRAINSTORMING MENINGKATKAN KREATIVITAS SEORANG ENTREPRENEUR

Meriza Hendri

Mahasiswa program Doktor Manajemen Unpad, pembina GIMB Foundation, dosen Universitas Widyatama, Bandung

            Hari ini saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam menjalankan bisnis. Pengalaman yang sangat memberikan kesan positif karena value yang didapatkan juga sangat dahsyat. Pengalaman ini berhubungan dengan brainstorming tentang suatu hal yang berhubungan dengan kegiatan bisnis.

Meskipun saya sedang sakit, akan tetapi, saya mendapatkan sharing dengan tim GIMB Foundation. Setiap orang memberikan pemikiran, konsep dan peluang serta potensi yang mereka miliki. Itu semua keluar selama proses brainstorming tersebut. jelas ini sangat tak terduga.

The power of mind dari setiap anggota tim keluar dan memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi pengembangan ide. Inilah yang saya temukan dalam konsep kreativitas menjadi berkembang dalam suatu kelompok. Tidak cukup hanya berfikir sendiri tentang suatu permasalahan, akan tetapi, dengan kelompok, akan banyak ide-ide yang muncul.

Kembali ke konsep kreativitas, yang bagi saya adalah relevan dengan kemampuan seseorang untuk mengembangkan ide-ide yang bertujuan untuk memecahkan masalah dan bahkan menemukan peluang dari setiap masalah tersebut. jelas sekali, kalau kreativitas tersebut berhubungan dengan ide-ide.

Brainstorming menjadi salah satu cara untuk mengembangkan ide-ide dalam memecahkan suatu masalah. Tadi sore, saya mencoba untuk menjadi moderator dalam proses brainstorming tersebut, dan Alhamdulillah, didapatkan berbagai ide-ide yang relevan dalam pemecahan masalah yang sedang dihadapi.

Pertama yang saya lakukan adalah menetapkan atau mengidentifikasi masalah/problem identification. Tahap ini menjadi sangat penting karena inilah awal dalam pemecahan masalah. Identifikasi masalah dengan melihat gap atau kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang sedang terjadi.

Bagi saya, problem identification yang benar, sudah menyelesaikan 50% dari masalah yang dihadapi. Ini penting sekali dalam brainstorming.

Kedua, menunggu berbagai saran atau ide dari teman-teman untuk memecahkan masalah tersebut. kebebasan dalam mengeluarkan ide bagi setiap orang yang terlibat dalam brainstorming ini adalah kata kunci keberhasilan kegiatan ini. Saya memberikan kesempatan setiap orang-orang dalam tim untuk berbicara dan mengutarakan ide-ide mereka. dahsyat sekali, berbagai ide yang tidak terpikirkan oleh saya, disampaikan oleh teman-teman.

Ketiga adalah melakukan evaluasi dari setiap ide yang sudah disampaikan. Evaluasi ini didasarkan pada pertimbangan benefit/cost dari setiap saran. Inilah yang menjadi kata kunci untuk memilih ide yang paling baik dalam memecahkan masalah. Setiap orang dalam tim juga diberikan kebebasan dalam memberikan penilaian benefit/cost tersebut.

Dari evaluasi tadi, masuk ketahap keempat, memilih satu dari alternatif ide tadi sebagai keputusan untuk diambil agar bisa memecahkan masalah. Keputusan yang sudah jauh lebih baik daripada dibuat sendiri.

Berangkat dari cerita di atas, dapat dirasakan bagaimana kreativitas tersebut dapat dikembangkan dengan menggunakan brainstorming dan kualitas dari ide-ide yang akan diambilpun jauh lebih baik daripada ide-ide tersebut difikirkan sendiri. inilah pelajaran yang saya dapatkan hari ini.

            Bagi para entrepreneur, sudah menjadi kewajiban untuk terus mengembangkan kreativitas tersebut karena itu menjadi karakteristik utama dari setiap entrepreneur untuk sukses dalam bisnis. Apalagi buat anak muda, sangat memungkinkan untuk memiliki ide-ide bisnis yang kreatif. Sukses terus ya….

**********

Liputan di http://www.juaranews.com, tanggal 12 September 2013

ENTREPRENEUR SUKSES BUTUH COACH DAN MENTOR

                                                Meriza Hendri

Semakin kesini, semakin terasa bagaimana gerakan untuk menjadi entrepreneur sukses di negeri ini semakin bergaung. Semakin banyak orang yang ingin menjadi entrepreneur. “Virus” entrepreneur sudah menyebar kemana-mana, khususnya ke anak muda. Benarkah?

Pengamatan saya di Kota bandung memperlihatkan bagaimana anak muda saat ini sudah semakin tergerak hatinya untuk memilih menjadi seorang entrepreneur sukses. Entrepreneur yang dalam konsep saya memiliki usaha yang mampu mendatangkan laba (profit), memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar (People), menjaga lingkungan alam (planet), berkelanjutan dalam bisnisnya (sustainability) dan juga adanya tumbuh dan berkembang dalam bisnis dari skala mikro, kecil, menengah dan besar (tumbuh dan berkembang).

Indikator ini terlihat dari bagaimana para mahasiswa yang ada di Kota Bandung mulai giat untuk menjadi seorang entrepreneur. Silahkan ditanya, apakah tujuan mereka setelah lulus kuliah? Apakah masih ingin menjadikan pegawai sebagai tujuan?

Jawabannya adalah tidak. Mereka tidak ingin menjadi pegawai. Sekarang, bagaimana menjadi seorang entrepreneur sukses tersebut? tentunya belajar tentang entrepreneurship itu sendiri. Belajar agar mendapatkan pengetahuan tentang bisnis dan manajemen untuk menjalankan bisnis. Itu yang saya sebut dengan knowledge based entrepreneur

Akan tetapi, tentu ada sesuatu yang intangible sekali dalam bisnis yang sangat dibutuhkan oleh mereka. hal ini tidak akan didapatkan dalam proses belajar dikelas. Pengalaman dari entrepreneur sukses, atmosfir bisnis dan lain-lain seperti mental seorang pebisnis, menghadapi kegagalan.

Bagaiman caranya mendapatkan hal tersebut? Menjadi entrepreneur dengan bantuan seorang coach dan mentor dalam berbisnis. Kenapa demikian? Hal ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat menjadi seorang entrepreneur sukses.

Banyak sekali orang menjadi entrepreneur secara otodidak. Akan tetapi, mereka dalam bahasa saya, seringkali menabrak pakem-pakem bisnis dan manajemen sehingga terbentur dengan berbagai kesalahan dalam menumbuhkbembangkan bisnis mereka.

Tentu tidak masalah juga kalau menemukan masalah sampai kegagalan. Seorang entrepreneur itu pasti akan menemukan masalah dan sampai gagal dalam bisnis. Akan tetapi, perlu diingat ucapan David Kelly, seorang guru inovasi yang menyatakan bahwa lebih cepat gagal, lebih cepat sukses.

Ada satu pesan yang mendalam dalam pernyataan tersebut, bagaimana pada hakekatnya setiap entrepreneur tersebut “harus” melewati kegagalan. Dalam konteks learning, itu adalah wajar. Seseorang harus melewati proses terlebih dahulu dalam menjalankan segagal sesuatu sampai mereka fasih dalam kegiatan tersebut.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin mahir dalam menjalankan sepeda. Diawal, dia harus belajar mengenal apa itu sepeda terlebih dahulu. Kemudian belajar mengayuh dan menjaga keseimbangan diri. Disini, seringkali jatuh, luka, nabrak dan lain-lain. Akan tetapi, semakin cepat dia jatuh, nabrak, luka tersebut, semakin tahu dan paham dia bagaimana menjalankan sepeda dengan baik.

Sama halnya dengan belajar naik sepeda, entrepreneur juga akan menghadapi yang namanya benturan, jatuh bangun sampai “berdarah-darah” dalam bisnis. Setelah itu, barulah akan lancar dalam bisnis. Dalam proses inilah seorang coach dan mentor berperan. Mereka diharapkan dapat membantu entrepreneur untuk menghadapi masalah-masalah tadi.

Kalau kita lihat konsep coaching, jelas sekali para entrepeneur dibantu untuk menggapai tujuan atau goal yang hendak mereka tetapkan. Hal ini penting karena semuanya memang harus diarahkan untuk berfikir dari akhir dulu seperti yang disampaikan oleh steven covey, “starts from the end”. Seorang coach bagi entrepreneur dapat mengarahkan mereka kepada pencapaian tujuan tersebut.

Konsistensi berfikir inilah yang perlu dijaga atau yang biasa kita sebut dengan istiqomah dalam berfikir. Karena, seringkali anak muda kurang kuat dalam aspek ini. Mereka seringkali cepat menyerah ketika dihadapkan pada satu masalah dan bahkan meninggalkan bisnis yang sudah dimulai. Ini masalah mendasar bagi kebanyakan entrepreneur.

Coach akan membantu untuk mengarahkan para entrepreneur dalam membangun kerangka berfikir dan menjalankannya.

Selanjutnya adalah seorang mentor. Bagi saya, seorang mentor adalah seperti halnya bagaimana seseorang yang ingin meng-copy paste kan keberhasilan seorang entrepreneur kepada entrepreneur lainnya. Hal ini penting bagi penciptaan entrepreneur sukses. Mereka sangat dibutuhkan karena akan mempengaruhi kualitas entrepreneurship seseorang.

Mentor ini berasal dari entrepreneur sukses seperti pemilik bisnis yang sudah berhasil menumbuhkembangkan bisnis mereka. konsep komunitas sangat berperan dalam hal ini karena mereka memiliki role model yang dapat dicontoh oleh para anak muda tersebut.

Kongkritnya adalah bagiamana konsep apprentice atau magang di perusahaan para pengusaha sukses akan dapat mempercepat peningkatan knowledge, skill dan attitude atau yang lebih dikenal dengan KSA bagi para anak muda. Atmosfir bekerja akan sangat dibutuhkan oleh para anak muda dalam menjalankan bisnis.

Salah satu kelemahan anak muda berbisnis adalah mereka kurang memiliki pengalaman dalam berbisnis karena masih mahasiswa atau sekolah, sudah langsung berbisnis. Hal ini tentu menjadi salah satu weakness mereka.

Oleh karena itu, untuk mempercepat keberhasilan menjadi seorang entrepreneur, perlu bagi setiap entrepreneur memiliki coach dan mentor. Insya Allah, hal ini akan mempercepat keberhasilan mereka menjadi entrepreneur sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: