TOUCH YOUR CUSTOMER HEART


Kemaren, saya bertemu dengan salah seorang customer dari Kalimantan yang sebenarnya, beliau ini adalah existing client yang sudah menjadi berbisnis sejak tahun 2011. Pertemuan kemaren sampai malam sehingga tidak terasa, banyak hal yang dibahas. Salah satunya tentang hal putra beliau yang kuliah di Bandung.

Rasanya, masalah ini tidak relevan dengan bisnis yang sedang dijalankan karena memang itu adalah urusan keluarga. akan tetapi, suka tidak suka, tema ini juga menjadi bahasan yang malah lebih banyak daripada isu bisnis yang kudu dibahas. Nah lho…

Hmmm.. saya jadi teringat dengan konsep yang selalu disampaikan oleh Hermawan Kartajaya, yang merupakan icon marketing Indonesia tentang adanya konsep market share, mind share dan heart share. Selain itu, juga model consumer behavior yang selalu berhubungan dengan internal customer yang salah satunya adalah emotional benefit yang ditunggu oleh para konsumen.

Khusus dalam konsep pemasaran, memang heart share harus menjadi prioritas bagi para pemasar saat ini yang bagi saya adalah entrepeneur tersebut juga merupakan marketer bagi bisnis mereka. heart share berhubungan dengan bagiamana seorang entrepeneur dituntut untuk bisa mendapatkan hati mereka dan ini lebih dahsyat daripada market share dan mindshare.

Berhubungan dengan heart share ini, bagaimana setiap entrepeneur menyentuh hati para konsumen sehingga mereka benar-benar merasakan differensiasi dari layanan. Manfaatnya apa? Tentu kepuasan dari konsumen yang berarti performance lebih besar daripada harapan mereka dan pada akhirnya membuat mereka loyal dalam tingkatan repeat purchase, buying others, recomendation serta menolak adanya tawaran pesaing.

Buktinya, memang bahasan bisnis menjadi berkurang semalam, akan tetapi, hatinya sudah “dikunci” dengan kesediaan kita mendengarkan apa yang beliau sampaikan tentang putranya. Pelajaran yang sangat berharga….sukses ya buat kita semua hari ini.

About merizahendri

Man with skill in Entrepreneurship, strategic management,

Posted on Oktober 2, 2013, in Marketing Management and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: