Banyak yang tidak tahu program csr


Dalam perjalanan saya membina dan mengembangkan entrepreneuir di gimb foundation maupun di hipmi jabar serta kampus yang berkomitmen untuk penciptaan dan pengembangan entrepreneur, didapatkan bahwa banyak yang tidak mengetahui program corporate social responsibility atau yang lebih dikenal dengan csr.

Pelaku usaha yang kebanyakan adalah para entrepreneur yang mebutuhkan pendanaan untuk menumbuh kembangkan bisnis mereka seringkali mengeluh. Bagaimana ini pa mer? Sy butuh pendanaan buat usaha saya.

keluhan seperti ini sudah menjadi rutinitas ditanyakan mereka pada saya. saya menjadi tertegun juga mendapati kondisi seperti ini. Kok bisa?

Padahal perusahaan yang punya program csr juga sudah menyiapkan dana yang tidaak sedikit. Mereka juga berkepentingan terhadap value yang didapat setelah menyalurkan dana csr. Program komunikasi juga sudah dijalankan. Akan tetapi, kenapa banyak yang tidak tahu tentang program ini?

Saya melihat dari komunikasi yang dijalankan oleh perusahaan yang memiliki program csr. Pertama, perlu dilihat dari 5 M yang digunakan dalam berkomunikasi. M pertama adalah message yang disampaikan kepada stakeholder. Pemilihan message penting karena berhubungan dengan pesan yang sampai di benak stakeholder.

Message ini juga berhubungan dengan kesesuaian antara program csr dalam artian umkm dan program tersebut sesuai nggak dengan karakteristik perusahaan yang menawarkan program csr. Ini sisi strategis dari message dari program csr.

M kedua adalah berhubungan dengan media. hal ini relevan dengan pemilihan media dalam menyampaikan pesan kepada stakeholders. Media sosial, koran, majalah, web dan lain-lain harus jelas dan sesuai dengan karakter binaan dari program csr.

M ketiga adalah money yang berhubungan dengan dana yang dimiliki untuk mengkomunikasikan program csr. Money relean dengan jenis program komunikasi nantinya bagi perusahaan.

M keempat adalah man yang berhubingan dengan orang yang bertanggung jawab pada program komunikasi. Man ini harus memiliki knowledge, skill dan attitude atau KSA. Mereka harus memiliki pengetahuan yang tepat untuk mengelola komunikasi csr. Selain itu juga didukung skill serta attitude yang tepat.

M kelima adalah berhubungan dengan mission atau tujuan dari program komunikasi csr. Kalau ingat konsep AIDA, jelas setiap pengelola program csr harus memilih dilevel mana mereka menekankan program komunikasi csr.

Itulah yang kudu diperhatikan untuk membuat pelaku umkm dan entrepreneur bisa mengetahui, memahami, menghayati, tertarik, minat serta mau memanfaatkan program csr untuk pengembangan bisnis mereka. Banyak umkm yang potensi untuk berkembang, manfaatnya jg bagi perusahaan yang punya program csr. Sukses ya

About merizahendri

Man with skill in Entrepreneurship, strategic management,

Posted on Oktober 1, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: