KESALAHAN UTAMA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN


berbagi

berbagi

Ada saatnya manusia itu berada dalam situasi yang tidak stabil seperti emosi, marah, kecewa dan lain-lain. Kondisi ini adalah normal karena inilah fakta yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupan ini. Akan tetapi, hati-hati kalau sudah berhubungan dengan decision making atau pengambilan keputusan.

Pengalaman teman saya sangat berharga dan layak untuk dijadikan sebagai pelajaran bagi para entepreneur semua. Pelajaran yang sangat penting karena berhubungan dengan pengambilan keputusan. Perlu disadari bahwa hampir setiap saat kita itu membuat keputusan. Aktivitas ini adalah aktivitas yang tidak bisa dianggap biasa bagi setiap entrepreneur.

Sehubungan dengan kondisi setiap entrepreneur tadi, saya melihat seringkali entrepreneur membuat kesalahan dalam proses pembuatan keputusan mereka.  kesalahan yang seharusnya tidak boleh terjadi karena akan berdampak kepada resiko yang datang kepada mereka.

Kesalahan pertama adalah membuat keputusan berdasarkan intuisi semata. Ini yang seringkali saya temukan pada diri entrepreneur dalam membuat keputusan. Mereka hanya menggunakan intuisi, tanpa didukung oleh fakta, teori dan metode yang tepat untuk membuat keputusan. Hasilnya? Sudah bisa diprediksi bagiamana kualitas keputusan yang tidak baik buat perusahaan

Kedua membuat keputusan dalam kondisi emosi. Ini yang paling dahsyat kesalahannya. Meskipun sudah menggunakan metode yang tepat, teori yang tepat serta alat yang tepat, yang paling menentukan adalah saat entrepreneur membuat keputusan. Saat itu adalah ketika membuat keputusan itu sendiri. sedang emosi atau tidak. Ini penting untuk dipahami.

Pada saat emosi, kita tidak akan bisa membuat keputusan dengan baik. emosi akan membuat kacau semuanya.  Hancur berantakan sehingga tidak jelas apa yang dilakukan. untung dan rugi tidak bisa diukur. Hati-hati pada kondisi ini.

  Ketiga, membuat keputusan tanpa arahan yang jelas. Arahan ini bermakna bagaimana setiap keputusan harus jelas tujuan untuk apa keputusan tersebut dibuat. Hal ini akan menjadi analisis akhir buat setiap entrepreneur. tujuan apa.. itu harus dijawab terlebih dahulu.

 Keempat, membuat keputusan tidak menggunakan tool yang tepat. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak tool-tool yang bisa digunakan untuk membuat keputusan. Seperti mind mapping, Excel juga sudah bisa digunakan serta hal-hal lainnya. Oleh karena itu, membuat keputusan haruslah dibantu dengan alat-alat yang terbaik untuk bisa mengarahkan setiap entrepreneur membuat keputusan.

Dari kesalahan-kesalahan ini, sudah saatnya entrepreneur memperbaiki diri.

About merizahendri

Man with skill in Entrepreneurship, strategic management,

Posted on September 13, 2013, in Decision Making and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: