ENTREPRENEUR ITU SANGAT DISIPLIN


sharing

sharing

Belakangan ini, saya merasakan bagaimana teman-teman yang mulai lengah dengan apa yang mereka lakukan dengan bisnis mereka. kesibukan yang membuat mereka terkesan kurang disiplin seperti di awal dulu. Nah lho.. ada apa ini? Kok bisa? Bagiamana dampaknya nanti buat mereka dan bisnis yang dijalankan?

Pertanyaan ini yang mengganggu pikiran saya beberapa hari ini. Pertanyaan yang harus dijawab agar bisa memberikan ketenangan dalam diri sehingga tetap bisa memberikan saran kepada teman-teman tersebut. saya berharap mereka tidak berada dalam posisi yang nantinya berdampak pada kualitas bisnis mereka.

Oleh karena itu, saya mencoba untuk berfikir secara mendalam untuk menjawab pertanyaan tersebut. akhirnya, jawabannya pun ketemu. Apa itu? Disiplin. Konsep ini sangat biasa dan tidak asing bagi banyak entrepreneur. disiplin yang bagi sebagian orang dianggap sebagai lip service dan tidak perlu untuk diperhatikan. Apalagi dijalankan.

Bagi saya, hal ini sangat salah dan tidak boleh berlangsung kepada diri setiap entrepreneur. setelah saya mengamati dan menganalisis entrepreneur sukses,baik didalam maupun luar negeri, salah satu karakteristik utama mereka adalah disiplin dalam menjalankan bisnis.

Disiplin ini menyangkut bagaimana komitmen setiap entrepreneur atas apa yang sudah disepekati dan direncanakan dan terus konsistensi untuk menjalakannya. Atau yang lebih sering disebut orang dengan istiqomah. Hal ini penting untuk membuat entrepreneur tersebut  sukses.

Dalam kaca mata manajemen, saya mellihat bagaimana disiplin ini membentuk attitude setiap entrepreneur. seringkali orang gagal karena mereka tidak disiplin dalam berbisnis. Tidak menjalankan apa yang sudah direncanakan dengan baik. akhirnya, bisnis tersebut berantakan.

 Lalu, bagaimana disiplin dalam bisnis tersebut? pertanyaan ini sangat menarik untuk dijawab. Disiplin harus dimulai dari diri sendiri. memulai sesuatu yang kecil dan dilakukan secara terus menerus dan berulang, akan membentuk habit setiap entrepreneur. habit inilah yang pada akhirnya sebagai outcome dari disiplin itu sendiri.

Disiplin itu dengan merasa ada yang kurang bila kita tidak melakukannya. Ada feeling guilty pada saat tidak menjalankan apa yang sudah direncanakan. Oleh karena itu, marilah disiplin dalam menjalankan apa yang sudah direncanakan tersebut.

About merizahendri

Man with skill in Entrepreneurship, strategic management,

Posted on September 13, 2013, in Entrepreneurship and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: