KONSEP MANUSIA DALAM MANAJEMEN


Memberikan pelatihan di PT Kia Ceramics Tbk

Memberikan pelatihan di PT Kia Ceramics Tbk

Mempelajari manajemen tidak cukup hanya mempelajari konsep manajemen itu sendiri. konsep yang sudah sering didengar oleh para entrepreneur dalam kehidupan mereka sehari-hari. Setiap ada masalah di perusahaan, biasanya menlihat dari salah manajemen. Itu seringkali didengar.

Apalagi kalau pelajaran manajemen. Pasti ditekankan kepada definisi maanjemen. Fungsi-fungsi manajemen, proses manajemen dan lain-lain. Itu adalah pembelajaran manajemen yang bersifat umum.

Kemaren, saya melihat bagaimana orang belajar manajemen, baik training maupun di dalam kelas. Terlihat bagaimana mereka belajar manajemen dari aspek di atas. Kasihan sekali. Ruh nya manajemen tidak didapatkan oleh mereka.

Berdasarkan penelitian dan pengamatan yang dilakukan, saya merasakan bahwa tidak cukup mempelajari manajemen dari aspek di atas. Itu hanya kulit-kulitnya saja. Tidak menyentuh substansi dari manajemen itu sendiri.

Apa yang perlu didalami adalah bagaimana melihat konsep manusia dalam manajemen. Konsep manusia yang dilihat dari beberapa perspektif karena manusia itu adalah yang mengelola dan yang dikelola oleh para manajer. Pada dasarnya, manajemen adalah bagaimana bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Hal ini ini penting untuk dipahami. Ada beberapa perspektif dari setiap manusia yang harus dipahami. Pertama, manusia sebagai individu. Apa maknanya disini? Dalam konsep ini, setiap manusia dilihat dengan menggunakan pengetahuan dari psikologi. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi setiap manajer.

Psikologi dari setiap orang yang kita manaje itu sangat penting. Agar terjadi ketepatan dalam mengelola para bawahan. Manusia secara individu dipengaruhi oleh faktor dalam diri dan faktor dari luar diri mereka. jelas sekali konsep psikologi sangat berperan bagi setiap manajer.

Kedua adalah konsep sosiologi. Ilmu ini sangat berhubungan dengan bagaimana setiap individu berhubungan satu sama lain. Manusia itu adalah makhluk sosial dan akan saling membutuhkan satu sama lain. Tidak bisa dilepaskan dalam konteks ini.

Manusia tersebut memiliki hubungan yang baik dan ada juga hubungan dalam konteks konflik. Konflik dan damai adalah hubungan yang terjadi antar manusia dan akan terjadi berulang secara terus menerus. Ini perlu dipahami oleh setiap manajer. Bila terjadi konflik, yakin akan terjadi perdamaian. Akan tetapi, bila damai, siap-siap juga untuk berkonflik.

Ketiga adalah bagaimana setiap manajer perlu memahami budaya setiap orang yang berada dibawah mereka. budaya itu berupaya tentang value, habit, belief, komunikasi dan bahasa dalam suatu kelompok masyarakat. Kenapa demikian?

Budaya ini sangat mempengaruhi suatu kelompok masyarakat, termasuk juga dengan perusahaan. Budaya menjadi kunci perekat suatu perusahaan saat ini. Tidak bisa dilepaskan. Jadi, jelas sekali bagaimana pernan dari budaya dalam suatu organisasi.

Ketiga ilmu ini harus dipahami oleh para manajer dalam menjalankan peran mereka.

About merizahendri

Man with skill in Entrepreneurship, strategic management,

Posted on Agustus 4, 2013, in Management and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: